Rasa Kesuksesan Bagi Tim Arktivate

Tim produksi Arktivate mengunjungi kebun Pak Yahyah dan sawah Pak Dadang untuk melihat langsung dampak kerja mereka di lapangan. Mereka juga mencicipi hasil panen, merayakan hubungan antara usaha dan hasil nyata.

Acara Sosialisasi Dengan Petani Desa Padamukti

Acara tersebut bertempat di kantor desa Padamukti, yang dihadiri oleh beberapa orang kelompok tani, kami mengenalkan pupuk Arktivate sebagai solusi kepada para petani yang tanah sudah tidak subur lagi dan hasil panennya yang berkurang…

Kunjungan ke Kebun Bawang Daun dan Bayam

Pada 5-6 Februari 2025, kami mengunjungi pertanian bawang daun, di mana tanah yang diberikan Arktivate menunjukkan peningkatan pH yang signifikan dari 3–3,5 menjadi 6,5–7. Kami akan mengevaluasi hasilnya setelah 40 hari saat panen.

Keesokan harinya, di pertanian bayam milik Bapak H. Rahmat di Desa Mekarjaya, Garut, penggunaan pupuk kimia berlebihan telah mengurangi hasil panen. Tim Arktivate, bersama Jeremy, CTO Bio Ark, memberikan demonstrasi aplikasi yang benar. Kami menerapkan Arktivate pada 10 baris tanaman, dengan harapan dapat meningkatkan pH tanah dan produktivitas hasil panen.

Kunjungan ke Pak Deden, Seorang Pengusaha Kopi dari Garut

Pada tanggal 19 Desember 2024, tim Arktivate mengunjungi Pak Deden, seorang pengusaha kopi di Garut yang memiliki kebun kopi seluas 50 hektar dan kedai kopi populer. Ia membudidayakan berbagai jenis biji kopi, dua di antaranya diekspor ke Jepang. Menghadapi penurunan hasil panen akibat tanah yang telah lama menggunakan pupuk kimia, Pak Deden beralih ke Arktivate untuk memulihkan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Dengan tanaman baru yang sudah ditanam, ia mengharapkan hasil dalam waktu satu bulan. Kami berkomitmen untuk mendukung perjalanannya menuju budidaya kopi berkelanjutan.

Kunjungan ke Asosiasi Hotel dan Restoran Bandung

Pada tanggal 17 Desember 2024, kami mengadakan pertemuan yang produktif dengan Asosiasi Hotel dan Restoran untuk membahas tantangan mendesak pengelolaan limbah di Bandung. Diskusi difokuskan pada pencarian alternatif berkelanjutan untuk menggantikan tempat pembuangan akhir (TPA) yang tidak ramah lingkungan maupun ekonomis. Bandung menghasilkan 800 ton limbah organik setiap hari, menyoroti kebutuhan mendesak akan solusi. Bio Ark berkomitmen untuk mengubah limbah ini menjadi input bernutrisi tinggi untuk lanskap dan pertanian, menggunakan limbah tersebut sebagai bahan dasar untuk pupuk kami, sehingga menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan bagi kota.

Acara sosialisasi diadakan di kantor kepala desa Jagabaya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung bersama 30 kepala petani.

Pada hari Selasa, 17 Desember 2024, acara sosialisasi diadakan di kantor kepala desa Jagabaya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Acara ini dihadiri oleh 30 petani yang menanam berbagai tanaman seperti mentimun, ubi, padi, dan cabai. Sebagian besar petani memiliki lahan seluas 2-5 hektar dan saat ini bergantung pada 3-4 jenis pupuk kimia untuk mempertahankan hasil panen di tanah yang tidak lagi subur. Setelah mengetahui manfaat Arktivate, mereka antusias untuk mencobanya, berharap mendapatkan solusi pertanian yang berkualitas, terjangkau, dan berkelanjutan.

Panen Melimpah untuk Labu Kabocha Pak Dede

Pada tanggal 16 Desember, kami mengunjungi kebun labu kabocha milik Pak Dede saat musim panen. Pak Dede berbagi pengalaman positifnya menggunakan Arktivate, menyoroti bagaimana produk ini menyederhanakan proses pertanian dan meningkatkan hasil panen sebesar 20-30% dibandingkan dengan pupuk kimia. Labu yang ditanam dengan Arktivate lebih besar, lebih manis, dan memiliki aroma yang lebih kuat. Jeremy Chua, CTO Bio Ark, membimbing Pak Dede untuk mengoptimalkan penggunaan Arktivate. Kunjungan inspiratif ini menunjukkan dampak Arktivate pada efisiensi dan kualitas pertanian. Nantikan video testimoni dari Pak Dede!

Verifikasi dan Kerja Sama dengan BPSI, Kementerian Pertanian.

Pada tanggal 17 Desember 2024, tim Arktivate mengunjungi BPSI, pusat penelitian Kementerian Pertanian, untuk meninjau uji coba demplot. Arktivate menunjukkan hasil menjanjikan pada tanaman selada, menghasilkan daun yang lebih berat, lebih gelap, dan lebih tebal dibandingkan dengan pupuk kimia. Berdasarkan keberhasilan ini, Arktivate bekerja sama dengan BPSI dan Kementerian Selandia Baru untuk uji coba budidaya bawang, yang secara historis sulit di Indonesia. Uji coba akan dimulai dalam dua minggu, dengan hasil diharapkan dalam empat bulan.

Kunjungan Kedua ke Kebun Mentimun Pak Ente

Pada pagi 15 Desember, tim Arktivate mengunjungi kebun mentimun Pak Ente yang berbeda. Saat panen, para petani gembira melihat hasil luar biasa dari Arktivate, dengan produktivitas 1,5 kali lebih tinggi dibanding pupuk kimia. Pak Ente optimis mengadopsi Arktivate untuk semua kebunnya, mengakui efisiensinya dalam menyederhanakan proses dan meningkatkan produktivitas. Kami berkomitmen mendukungnya dalam praktik pertanian berkelanjutan, memberdayakan petani dengan solusi inovatif dan ramah lingkungan untuk masa depan yang lebih baik.